Sabtu, 06 Agustus 2011

Keris Dhapur Sinom









[FRS 22] Keris lurus dhapur Sinom Pamor Tirto Tumetes estimasi tangguh Majapahit Awal abad XIII, hulu Surakarta, warangka Ladrang Surakarta kayu Asem Pelet Kendit, berat 145 gram/panjang 33,5cm, Pendok Bunton lapis emas model Surakarta, Mendak baru lapis emas. Sertifikasi Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah.

Dhapur Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ukuran panjang bilah sedang. Di tengah bilah terdapat ada-ada dan permukaan bilah biasanya nggigir sapi. Keris ini tergolong populer dengan ricikan memakai kembang kacang, sogokan rangkap, satu lambe gajah, pejetan, sraweyan dan ri pandan.  Bilah keris koleksi saya memiliki estimasi tangguh Majapahit awal, dilihat dari sogokan yang panjang, gandik yang rendah, serta kualitas besi yang merupakan ciri pembuatan pada jaman tersebut.

Pamor Tirto Tumetes (bahasa Indonesia: air yang menetes) merupakan simbolisme terhadap unsur rejeki, sebagaimana pamor-pamor lain yang dikatakan mengandung unsur air (tirta). Pamor ini tergolong pamor mlumah dan tiban, yang tidak direncanakan sebelumnya oleh sang empu.

Warangka keris koleksi saya diatas terbuat dari kayu Asem dengan motif Pelet Kendit. Meski kualitas dan popularitas kayu Asem masih dibawah kayu Timoho, namun motif Pelet Kendit berupa garis melintang secara sempurna di kedua sisi warangka termasuk sulit ditemukan. Motif tersebut bagi yang percaya aspek esoterinya adalah mampu 'mengikat' pelanggan sehingga banyak dicari oleh pedagang atau pengusaha.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar