Kamis, 16 Juni 2011

Keris = Benda Mistik?

 [Ilustrasi foto dari internet]
Tosan aji seperti keris sudah lama mengalami mistisisme yang berlebihan di Indonesia. Di satu sisi, keris dianggap sebagai benda perdukunan yang berkerabat dengan unsur gaib seperti jin dan makhluk halus lainnya. Keris juga dihubungkan dengan aktivitas di luar nalar seperti bisa terbang dan berpindah tempat seperti yang digambarkan pada sinetron-sinetron murahan. Akibatnya, tosan aji pun secara umum dijauhi, dianggap sebagai bagian dari tabu dan tahyul sehingga siapapun yang memiliki adalah orang yang menyekutukan Tuhan. Banyak keris yang dibuang, dilarung atau dikubur karena rasa takut seperti itu. Sementara di sisi lain, keris juga dicari karena dianggap punya unsur gaib seperti isi, khodam dan kekuatan spiritual lainnya. Konsekuensinya adalah orang mulai melupakan aspek eksoteris sebuah keris dan mengejar sisi esoterisnya sebagai cermin dari rendahnya rasa percaya diri. Keris dianggap boleh saja jelek dan tak terawat, tapi yang penting isinya bisa membuat diri berwibawa dan menimbulkan rasa takut pada orang lain.

Salah kaprah seperti inilah yang harus dikikis oleh para pencinta tosan aji dengan menyebarkan pengetahuan yang mumpuni dan rasional. Misalnya saja keris yang berdiri seperti ilustrasi di atas. Hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah dan bisa dilakukan dengan keris yang memiliki tingkat keseimbangan tinggi. Keris sepuh buatan para empu atau pande bahkan pisau dapur pun bisa dibuat berdiri seperti itu. Meski dianggap sebagai mainan kanak-kanak, mendirikan keris butuh konsentrasi, kesabaran dan kedalaman perasaan yang tinggi. Tidak dibutuhkan rapalan, elmu atau aji-aji untuk melakukannya. Pengetahuan yang kurang terhadap hal tersebut membuat khalayak awam mudah dibodohi bahkan ditipu oleh mereka yang memanfaatkan pengetahuan di atas untuk kepentingan komersial.

Pembodohan tersebut tidak saja pada aspek esoteris tetapi juga eksoteris atau fisik tosan aji. Keris yang baru pun bisa dibuat menjadi tua dan seakan-akan dimakan usia. Ditambah pula dengan cerita mengenai 'keris milik Gajah Mada' atau 'ageman terakhir prabu Brawijaya kesekian' untuk menaikan harga jual. Caranya adalah dengan merendam keris baru pada kemalan, yaitu larutan belerang yang dicampur garam dapur serta ditambah air jeruk nipis. Keris yang sudah keropos ditambah dengan dongeng seperti sinetron tentunya juga menjadi menarik buat mereka yang tidak tahu.

'Keris bersinar' adalah trik permainan sulap untuk bisa membuat keris memliki cahaya putih kehijauan dalam keadaan gelap. Caranya? bakarlah bagian korek api yang berfungsi untuk mmenggesek pentol korek. Setelah bagian tersebut terbakar dan menjadi abu, oleskan pada ujung keris. Bagian ini mengandung fosfor jadi ketika lampu padam, keris akan tampak bercahaya diujungnya. Trik lain adalah 'keris berasap'  dengan cara melumuri ujung keris dengan pentol korek api yang telah dihaluskan seperti mesiu. Setelah lampu dipadamkan, ujung keris disulut dengan rokok sehingga akan terbakar menyala dan mengeluarkan asap. Intinya adalah permainan sulap untuk menyakini para penonton. Masih belum percaya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar